한국문학번역원 로고

KLWAVE로고

Sign in New account

TOP

Party Wave's

Refleksi dan Penerimaan Diri scrap 27 download

by Binar Candra Auni

Hidup Apa Adanya

  • Author

    Kim Soohyun 김수현

  • Publisher

  • Language

    Indonesian Bahasa Indonesia

  • Date

    2023-11-24

  • ISBN

About Reviewer 리뷰어 소개

20231006120425153086.jpg

Binar Candra Auni

Binar Candra Auni

Binar is a Surfer at KLWAVE, a freelance translator, teacher, and linguist. She also founded Saung Korea Media to promote Korean culture. With a deep appreciation for literature, she seeks to bring the richness of Korean literature to the Indonesian audience.
https://linktr.ee/binarcandra

Resensi ini membahas "Hidup Apa Adanya" sebagai buku yang memandu pembaca untuk  lebih dalam mengenal diri sendiri.  Dengan pengalaman pribadi penulis, buku ini mendorong pembaca untuk hidup apa adanya tetapi di saat yang sama lebih bermakna


Di tengah era modern yang hiruk-pikuk ini, masih mampukah kita mengenali bisikan hati kecil kita sendiri? Kim Suhyun, melalui, Hidup Apa Adanya (dalam bahasa Korea, 나는 나로 살기로 했다), mengajak kita untuk berefleksi dengan suara dari dalam diri. Di tengah tuntutan sosial yang seakan tak ada habisnya, buku ini mengajak pembaca untuk mengevaluasi nilai-nilai dan prioritas dalam hidup sekaligus membawa perubahan positif bagi diri dan masyarakat.


Hidup Apa Adanya mengurai pesan penting kehidupan dalam bentuk to-do list yang mudah dicerna. Ada enam tujuan yang memuat tugas-tugas yang perlu dikerjakan untuk mencapainya. Enam tujuan itu mengajak pembaca untuk dapat menghormati diri sendiri, mampu hidup sebagai diri sendiri, tidak tenggelam dalam rasa cemas, dapat hidup bersama dengan orang lain, berkontribusi agar dunia dan kehidupan menjadi lebih berarti.


Bagian menarik dari buku ini adalah bagian “Jalani Hidup ini dengan Ringan” yang menyampaikan bahwa kita harus belajar melepaskan hal-hal yang tidak dibutuhkan, mulai dari benda fisik hingga rasa cemas. Bagian lain yang berkesan adalah “Berbahagialah dengan Keberadaan Diri Sendiri”. Bagian ini mengingatkan kepada pembaca bahwa di titik ketika kita bisa menerima diri sendiri adalah titik kita akhirnya menjadi dewasa. Hidup Apa Adanya mengajarkan saya untuk menghargai perjalanan hidup. Saya belajar bahwa setiap langkah, termasuk kesalahan, adalah bagian dari perjalanan yang membentuk saya sebagai individu. Pelajaran untuk dapat hidup bersama dalam masyarakat juga saya dapatkan pada bagian “Tidak Perlu Membuat Persaingan di dalam Kehidupan Sehari-hari.” “Yang kita butuhkan bukan rasa khawatir, tetapi rasa menghargai satu sama lain.” Kalimat ini mengingatkan saya tentang pentingnya empati dan apresiasi terhadap sesama.


Kekuatan utama dari Hidup Apa Adanya terletak pada pesan yang mendorong pembaca untuk menemukan kepuasan dalam hal-hal kecil. Pesan itu menggema di era ketika banyak orang terjebak dalam aksi membandingkan diri dengan dunia. Hidup Apa Adanya adalah buku yang tidak hanya layak dibaca, tetapi juga layak untuk direnungkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini lebih dari sekadar kumpulan esai, tetapi merupakan jembatan yang membuka peluang untuk mengenal diri lebih dalam dan menjalani kehidupan apa adanya.


User's Reviews 리뷰

  • -

    Hurum

    Wah, aku mau coba baca buku ini!

More Contents Like This